Griya Dakwah

Menanam benih Kebaikan

August 4, 2017
by admin
0 comments

Dua rakaat yang lebih baik dari Dunia seisinya

 

Segala puji bagi Allah atas segala limpahan karuniaNya,
Shalawat dan salam semoga terhapuskan untuk Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasalam,beserta para sahabat,tabi’in,dan tabi’uttabi’in,serta orang yang mengikutinya hingga hari akhir.

Sebuah kenikmatan yang besar Allah Ta’ala memberikan kepada ummat Islam beberapa amalan yang ringan,namun memiliki pahala yang sangat besar, diantaranya adalah shalat fajar (dua rakaat sebelum shalat subuh).

🍀• Beberapa hadist yang menyebutkan fadhilah shalat fajar :
Aisyah radhiyallahu ‘anha menuturkan, bahwa rasulullah ﷺ bersabda :”ركعتا الفجر خير من الدنيا و ما فيها” رواه مسلم
Artinya: “ Dua rakaat fajar lebih baik dari dunia dan isinya”. HR Muslim
Aisyah radhiyallahu ‘anha juga menuturkan,
‎”لم يكن النبي صلى الله عليه و سلم على شيئ من النافلة أشد تعهدا منه من ركعتي الفجر” رواه البخاري و مسلم

Artinya: “ Tidaklah menjaga amalan sunnah melebihi penjagaan beliau kepada dua rakaat fajar”. HR Bukhari Muslim.

🍀Surat apa yang sebaiknya dibaca pada shalat fajar? Apakah surat panjang seperti tahajjud? Atau surat pendek?
Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata:
‎أن النبي صلى الله عليه و سلم كان يخفف ركعتي الفجر, قالت:حتى أقول أقرأ فيهما بأم القران أم لا؟ رواه البخاري و مسلم“

sesungguhnya rasulullah ﷺ memendekkan bacaanya pada dua rakaat fajar.
Aisyah berkata: sampai aku berkata “apakah beliau membaca al fatihah atau tidak”. ”. HR Bukhari Muslim

Dalam riwayat yang lain Abu Hurairah radhiyallah ‘anhu juga menjelaskan bacaan Rasulullah ketika shalat fajar:
‎كان رسول الله لى الله عليه و سلم يقرأ في ركعتي الفجر ب(قل يأيها الكافرون) و (قل هو الله أحد)رواه مسلم و أبو داود

(1256)Bahwasanya rasulullah ﷺ dalam shalat fajarnya, beliau membaca Al kafirun dan Al ikhlas. HR Muslim dan Abu Dawud(1256)Dari hadist-hadist di atas kita bisa simpulkan bahwa Rasullah membaca surat-surat pendek.

🍀• Shalat fajar termasuk shalat jahriyah sehingga kita membacanya dijahrkan, atau termasuk sirriyah?

➡Menurut imam Malik dan imam Syafi’i, dua rakaat fajar adalah shalat siriyah,
➡ sedangkan imam Ahmad dan Abu hanifah berpendapat boleh siriyah maupun jahriyah. Dalam perkara ini kita boleh memilih jahr maupun sirri,

🌼sebagaimana perkataan Aisyah ketika di tanya permasalahan ini menjawab,“rasulullah ﷺ pernah melakukan kedua-duanya. Alhamdulillah allah telah menjadikan perkar agama ini mudah” (diriwayatkan oleh Ahmad, tirmizy 449,2924. abu dawud 1437 dan nasa’I 1662.

🍀Jika seseorang belum melakukan dua rakaat fajar,namun keburu sudah iqomah, apa yang dia lakukan? Ada dua keadaan:

➡1. Jika seseorang berada di dalam masjid,maka tidak dibolehkan baginya untuk shalat dua rakaat fajar, bahkan ketika iqomah di kumandangkan, orang yang sedang melakukan shalat sunnah harus membatalkan shalatnya dan langsung mengikuti jamaah shalat fardhu, kecuali dalam keadaan hampir menyelesaikan shalat sunnahnya, karena
Rasulullah ﷺ bersabda :

‎إذا أقيمت الصلاة فلا صلاة إلا المكتوبة“
Jika shalat (fardhu) telah di tegakkan, maka tidak ada shalat kecuali shalat fardhu.
➡2. Jika seorang belum shalat dua rakaat fajar dan dia berada di luar masjid, maka ulama berbeda pendapatdalam permasalahan ini :

➡Imam Malik berpendapat: Dia melakukan dua rakaat fajar dengan syarat tidak tertinggal rakaat pertama.
➡Imam Abu hanifah berpendapat: Dia melakukan dua rakaat fajar dengan syarat, ia mendapati rakaat kedua.
➡Imam Syafi’I dan Imam Ahmad berpendapat: Dia tidak shalat dua rakaat fajar karena ada hadist larangan shalat jika shalat fardhu telah didirikan.Dan pendapat yang kuat adalah pendapat yang terakhir karena keumuman larangan melakukan shalat ketika iqomah telah dikumandangkan.

🍀• Apakah kita boleh mengqodho dua rakaat fajar jika kita terlewatkan?
Semua imam mazhab yang empat berpendapat bolehnya mengqodho shalat tersebut,namun mereka berbeda pendapat kapan waktunya.

➡Imam Abu hanifah berpendapat: boleh mengqodho jika dia belum melakukan shalat subuh, misalnya kesiangan, maka dia shalat fajar kemudian shalat subuh.

➡Imam Syafi’i berpendapat: mengqodhonya setelah shalat subuh, dan membangun pendapatnya berdasarkan hadist dari Qois ibnu amer:
‎أن رسول الله صلى الله عليه و سلم رآه يصلي ركعتين بعد الصبح, فقال : ما هاتان ركعتان؟! قال: إني لم أكن صليت ركعتي الفجر. فسكت النبي صلى الله عليه و سلم ولم ينكر.“
bahwasanya rasulullah ﷺ melihatnya shalat dua rakaat setelah subuh,maka beliau bersabda: dua rakaat apa ini?! Maka ia menjawab: saya belum sempat melakukan dua rakaat fajar. Maka rasulullah ﷺ diam dan tidak mengingkarinya.( diriwayatkan oleh As syafi’I dlm al umm 1/149, Ahmad 5/447, Abu dawud 1267, At tirmizy 422, Ibnu majah 1154, Al baihaqy 2/456. Imam Al hakim mengatakan hadist inishahih sesuai dengan syarat bukhori muslim. Dan di shahihkan oleh ibnu khuzaimah,serta syaikh al albani)

➡Imam Ahmad dan Imam Malik berpendapat: waktu mengqodhonya adalah setelah terbit matahari dan keluar dari waktu larangan shalat ketika matahari terbit.namun di antara kedua imam ini ada perbedaanpendapat,apakahharus segera dilakukan ketika keluar dari waktu larangan tersebut, atau boleh menundanya sampai batas waktu shalat dhuha habisyaitu sebelum zuhur.
adapun imam Ahmad berpendapat harus segera mengqodho ketika matahari meninggi dan keluar dari larangan shalat.

☝Kesimpulan:Jangan sampai meninggalkan amalan ini,dan jika kita terlewat dua rakaat fajar maka kita mengqodhonya, mau kapan waktunya itu adalah perkara yang luas,silahkan memilih.

Abul hasan
Madinah, 9 dzulqo’dah 1438 H,

August 4, 2017
by admin
1 Comment

Assalamualaikum…!

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Ahlan wa sahlan…Web kami sedang dalam penyusunan konten…Mohon Do’a nya semoga cepat selesai…